Home > News > Teknologi revolusioner untuk identifikasi dini komplikasi diabetes

id

Teknologi revolusioner untuk identifikasi dini komplikasi diabetes


RSOM, teknologi inovatif yang mengubah pandangan terhadap diabetes. Penilaian mendalam kulit dengan presisi baru, membuka era diagnosis dini komplikasi.

Abd. Kakhar Umar
Tuesday, 19 September 2023

Teknologi revolusioner untuk identifikasi dini komplikasi diabetes

ETFLIN original image generated by AI

Diabetes mellitus, penyakit yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, kini mendapat sorotan baru dalam diagnosis dan pemantauan komplikasinya. Sebuah terobosan baru dalam teknologi, disebut sebagai Reverse-Sensonics Optical Coherence Tomography (RSOM), muncul sebagai jendela penting untuk mengidentifikasi perubahan sistemik akibat diabetes.

RSOM adalah metode revolusioner yang memungkinkan pencitraan beresolusi tinggi di bawah permukaan kulit dan penilaian mendalam tentang mikro-vaskular dan fitur kulit lainnya. Berbeda dengan teknik lainnya, RSOM mampu memberikan gambar tiga dimensi yang sangat rinci dengan resolusi hampir isotropik dan gambar potongan lintang yang tepat dari kontras optik melalui lapisan dermis kulit yang dalam. Ini membuka peluang baru untuk penyelidikan tiga dimensi tentang fitur kulit di bawah permukaan dan penggunaan kulit dalam mengidentifikasi penyakit, melebihi kemungkinan inspeksi permukaan tradisional.

Penelitian sebelumnya menggunakan Optical Coherence Tomography Angiography (OCTA) telah memberikan wawasan tentang mikrovaskular kulit pada penderita diabetes, tetapi belum mencapai lapisan dermis kulit yang dalam seperti yang dilakukan oleh RSOM. RSOM, dengan kemampuannya untuk menangkap gambaran yang sangat rinci, memungkinkan identifikasi perubahan pada kulit yang terkait dengan stadium diabetes mellitus, seiring dengan munculnya berbagai komplikasi terkait diabetes.

Studi ini melibatkan penelitian pada peserta dengan berbagai kondisi diabetes, dan RSOM berhasil mengekstrak enam biomarker label-bebas dari gambar-gambar ini. Tiga di antaranya terkait dengan mikro-vaskular dermis (jumlah total pembuluh, jumlah pembuluh untuk pembuluh dengan diameter <40 µm, dan jumlah pembuluh untuk pembuluh dengan diameter >40 µm), dan tiga lainnya terkait dengan pengukuran massa seperti volume darah total, ketebalan dan densitas sinyal epidermis. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua biomarker ini berkaitan dengan perkembangan diabetes dan komplikasinya.

RSOM memiliki potensi untuk merevolusi evaluasi vaskular kulit secara non-invasif, jauh melampaui teknologi saat ini. Dengan kemampuannya untuk menembus beberapa milimeter di bawah permukaan kulit, RSOM dapat digunakan untuk memberikan penilaian kuantitatif terhadap efek diabetes pada kulit dan memungkinkan penilaian yang lebih tepat terhadap progresi penyakit. Teknologi ini dapat digunakan untuk memonitor perubahan mikro-vaskular kulit secara teratur, yang memungkinkan intervensi sebelum munculnya gejala klinis baru. Dengan RSOM, monitoring diabetes bukan hanya tentang status glukosa harian, tetapi juga tentang memantau keadaan nyata diabetes dengan mengukur kerusakan sistemik.

Peneliti juga menunjukkan bahwa RSOM bukan hanya alat untuk memantau diabetes, tetapi dapat digunakan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi kulit yang terkait dengan diabetes. Dengan biaya yang efisien dan kemampuan untuk dibuat portabel, RSOM menjanjikan menjadi alat penting untuk memberikan penilaian kuantitatif mengenai komplikasi sistemik diabetes dan menyediakan skor kesehatan yang mengindikasikan tingkat penyakit. Dalam upaya pencegahan dan pengobatan, RSOM bisa menjadi pionir dalam meningkatkan kualitas perawatan untuk penderita diabetes.

Dengan RSOM, harapan besar ada pada penelitian lanjutan untuk menggali lebih dalam mengenai biomarker RSOM pada tahap-tahap awal penyakit, dari pra-diabetes hingga diabetes. Potensi untuk menerapkan RSOM dalam skala besar pada populasi dengan risiko tinggi membuka peluang baru untuk mendeteksi dini penyakit, yang tentunya akan memberikan dampak besar dalam pengelolaan diabetes di masa depan.

Berita ini bersumber dari Nature.com dengan rincian artikel sebagai berikut:

He, H., Fasoula, NA., Karlas, A. et al. Opening a window to skin biomarkers for diabetes stage with optoacoustic mesoscopy. Light Sci Appl 12, 231 (2023). https://doi.org/10.1038/s41377-023-01275-3

Tags:

RSOM optoakustik mesoskopi diabetes kulit biomarker mikrovaskulatur penelitian medis teknologi non-invasif komplikasi diabetes diagnosis dini

We Computerize Sciences, We Publish Sciences, We Are Scientist

ETFLIN

Become our peer-reviewer

Join us in shaping the future of scholarly research and making a meaningful contribution to academia.

Newsletter

Receive any update from us

Connect with us

Please reach us on our social media below.
ETFLIN Social ETFLIN Social ETFLIN Social ETFLIN Social ETFLIN Social ETFLIN Social
© 2015 - 2024 ETFLIN (Palu, Indonesia)