Home > News > Indonesia rawan penyebaran wabah tipes yang resisten obat dari Pakistan

id

Indonesia rawan penyebaran wabah tipes yang resisten obat dari Pakistan


Temuan baru menunjukkan resiko penularan wabah tipes yang resisten obat melalui perjalanan udara dari Pakistan ke beberapa negara lain termasuk Indonesia.

Abd. Kakhar Umar
Tuesday, 17 October 2023

Indonesia rawan penyebaran wabah tipes yang resisten obat dari Pakistan

ETFLIN original image generated by AI

Sejak 2019 hingga saat ini, demam tifoid (tipes) di Pakistan menjadi wabah yang mengerikan karena jenis bakteri Salmonella Typhi (S. Typhi) di sana sudah bermutasi dan kebal terhadap pengobatan yang ada. Bakteri tersebut dikatakan kebal terhadap chloramphenicol, ampicillin, co-trimoxazole, streptomycin, tetracycline and generasi ketiga cephalosporins.

Apa bahayanya?

Bakteri yang bermutasi ini sangat mudah dan cepat menyebar. Ia dapat tertularkan melalui makanan dan minuman. Jika sudah terinfeksi, pengobatannya sulit dilakukan karena bakteri tersebut sudah kebal dengan banyak jenis obat. Bayangkan jika bakteri S. Typhi ini terus bermutasi dan kita tidak dapat mengejarnya dengan pengembangan obat baru, bisa saja ini menjadi akhir dari manusia. Ia dilabeli sebagai Extensively Drug-Resistant (XDR) karena memang kasus resisten obatnya sangat serius.

XDR S. Typhi ini dapat menyebabkan gejala yang parah, termasuk demam tinggi, mual, muntah, diare, dan komplikasi serius seperti peradangan usus, perdarahan, atau bahkan syok septik. Kondisi ini bisa sangat mengancam jiwa, terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Jika sudah tersebar, sangat sulit untuk mengendalikan wabahnya, khususnya pada daerah dengan tingkat sanitasi yang rendah.

Resiko penyebarannya di Indonesia

Penelitian terbaru menunjukkan keterkaitan kuat antara jumlah penumpang pesawat internasional dari Pakistan dengan kasus tipes khusus ini masuk ke berbagai negara lain. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi negara-negara yang memiliki risiko tinggi mengalami wabah atau penularan tifus khusus ini, salah satunya adalah Indonesia. 

Hal ini tentu memunculkan keprihatinan serius mengenai potensi wabah tifus yang disebabkan oleh XDR S. Typhi ini, terutama di daerah-daerah kita yang sanitasi dan kondisi lingkungannya yang kotor. Penelitian ini menganjurkan agar kita memprioritaskan investasi pada sistem surveilans laboratorium dan infrastruktur air serta sanitasi yang lebih baik.

Selain itu, pemberian vaksin konjugat tifus juga seharusnya dipertimbangkan sebagai langkah preventif. Saat ini, vaksin tersebut sudah diberlakukan di beberapa negara seperti Pakistan, Nepal, Liberia, Zimbabwe, Malawi, Samoa, Divisi Utara Fiji, dan Munisipalitas Navi Mumbai di India.

Saran untuk masyarakat

  • Selalu jaga kebersihan diri dan lingkungan, baik di rumah, di transportasi umum, maupun di tempat kerja.
  • Hindari makan di warung dengan sanitasi/kebersihan yang buruk.
  • Jangan makan makanan langsung dari pasar, cuci dan bersihkan terlebih dahulu.
  • Hindari makan makanan berprotein yang mentah, seperti ikan, telur, dan lainnya.
  • Jika makan di tempat umum, lakukan sanitasi pada peralatan makan anda seperti sendok dan garpu.

Dikutip dari: Walker, J., Chaguza, C., Grubaugh, N.D. et al. Assessing the global risk of typhoid outbreaks caused by extensively drug resistant Salmonella Typhi. Nat Commun 14, 6502 (2023). https://doi.org/10.1038/s41467-023-42353-9

Tags:

xdr s. typhi tifus khusus resisten obat penyebaran global risiko impor perjalanan udara pencegahan dan surveilans wilayah rentan penyakit menular kebijakan kesehatan strategi pencegahan kasus tifus epidemi xdr s. typhi.

We Computerize Sciences, We Publish Sciences, We Are Scientist

ETFLIN

Become our peer-reviewer

Join us in shaping the future of scholarly research and making a meaningful contribution to academia.

Newsletter

Receive any update from us

Connect with us

Please reach us on our social media below.
ETFLIN Social ETFLIN Social ETFLIN Social ETFLIN Social ETFLIN Social ETFLIN Social
© 2015 - 2024 ETFLIN (Palu, Indonesia)